Kamis, 05 Mei 2011

Rilis : Perekonomian Indonesia dan Tendensi Bisnis Triwulan I 2011

Vicon kedua di bulan Mei 2011, BPS RI merilis perkembangan perekonomian Indonesia, melalui Produk Domestik Bruto Triwulan I 2011, dan Indeks Tendensi Bisnis dan Konsumsi Maret 2011.

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN I-2011 TUMBUH 6,5 PERSEN

Perekonomian Indonesia yang diukur berdasarkan besaran PDB atas dasar harga berlaku pada Triwulan I-2011 mencapai Rp1.732,3 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan 2000 mencapai Rp594,0 triliun.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I-2011 dibandingkan Triwulan IV-2010, yang diukur dari kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat sebesar 1,5 persen (q-to-q). Pertumbuhan ini didukung oleh Sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan dan Sektor Keuangan, Real Estat dan Jasa Perusahaan. Pertumbuhan tertinggi dihasilkan oleh Sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan sebesar 18,1 persen, karena adanya musim panen tanaman padi pada Triwulan I-2011.

PDB Indonesia pada Triwulan I-2011 dibandingkan triwulan yang sama tahun 2010 (y-on-y) mengalami pertumbuhan sebesar 6,5 persen. Pertumbuhan ini didukung oleh semua sektor, dimana pertumbuhan tertinggi dihasilkan oleh Sektor Pengangkutan dan Komunikasi sebesar 13,8 persen.






























Dari sisi penggunaan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I-2011 dibandingkan triwulan yang sama tahun 2010 didukung oleh kenaikan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar 4,5 persen, Pembentukan Modal Tetap Bruto sebesar 7,3 persen, Komponen Ekspor naik sebesar 12,3 persen. Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah juga mengalami peningkatan sebesar 3,0 persen, sedangkan komponen Impor naik 15,6 persen.
















Pada Triwulan I-2011 dibandingkan dengan Triwulan IV-2010, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga secara riil meningkat sebesar 0,9 persen, sedangkan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah turun sebesar 46,6 persen dan Pembentukan Modal Tetap Bruto turun 3,4 persen. Ekspor Barang dan Jasa juga turun sebesar 7,0 persen dan Impor Barang dan Jasa turun sebesar 3,4 persen.

Struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada Triwulan I-2011 masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Kelompok provinsi di Pulau Jawa memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto sebesar 57,9 persen, kemudian diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 23,5 persen, Pulau Kalimantan 9,2 persen, Pulau Sulawesi 4,6 persen, Bali dan Nusa Tenggara 2,5 persen dan sisanya (Maluku dan Papua) 2,3 persen.

INDEKS TENDENSI BISNIS DAN INDEKS TENDENSI KONSUMEN TRIWULAN I-2011

KONDISI BISNIS DAN EKONOMI KONSUMEN MENINGKAT

Indeks Tendensi Bisnis (ITB)

Indeks Tendensi Bisnis adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang datanya diperoleh dari Survei Tendensi Bisnis (STB) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik bekerja sama dengan Bank Indonesia. ITB merupakan indeks yang menggambarkan kondisi bisnis dan perekonomian pada triwulan berjalan dan perkiraan pada triwulan mendatang. STB dilakukan setiap triwulan di beberapa kota besar terpilih di seluruh provinsi di Indonesia. Jumlah sampel STB Triwulan I-2011 sekitar 2.600 perusahaan besar dan sedang, dengan responden pimpinan perusahaan.















Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada Triwulan I-2011 sebesar 102,16, berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya, namun tingkat optimisme pelaku bisnis sedikit menurun dibandingkan Triwulan IV-2010 (nilai ITB sebesar 106,63).

Peningkatan kondisi bisnis terjadi di semua sektor, kecuali sektor Industri Pengolahan (nilai ITB sebesar 97,94) dan Konstruksi (nilai ITB sebesar 98,58). Sektor Keuangan, Real Estat, dan Jasa Perusahaan mengalami peningkatan bisnis tertinggi (nilai ITB sebesar 111,27).















Kondisi bisnis pada Triwulan I-2011 meningkat terutama karena adanya peningkatan kapasitas produksi dan rata-rata jam kerja. Sektor Keuangan, Real Estat, dan Jasa Perusahaan mengalami peningkatan pendapatan usaha tertinggi, dan terendah adalah Sektor Konstruksi. Peningkatan kapasitas produksi dan rata-rata jam kerja paling tinggi juga terjadi pada Sektor Keuangan, Real Estat, dan Jasa Perusahaan.

Nilai ITB Triwulan II-2011 sebesar 104,51, berarti kondisi bisnis diperkirakan akan meningkat dibandingkan Triwulan I-2011. Seluruh sektor ekonomi pada Triwulan II-2011 diperkirakan mengalami peningkatan kondisi bisnis. Sektor Jasa-jasa diprediksi mengalami peningkatan bisnis tertinggi, sementara Sektor Industri Pengolahan mengalami peningkatan bisnis terendah.

Indeks Tendensi Konsumen (ITK)

Indeks Tendensi Konsumen (ITK) adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang dihasilkan Badan Pusat Statistik melalui Survei Tendensi Konsumen (STK). ITK merupakan indeks yang menggambarkan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan dan perkiraan pada triwulan mendatang.















Sebelum Triwulan I-2011, BPS hanya melaksanakan STK di wilayah Jabodetabek, tetapi sejak Triwulan I-2011 pelaksanaan STK diperluas di seluruh provinsi dengan jumlah sampel 10.865 rumah tangga. Responden STK merupakan subsampel dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) khusus di daerah perkotaan. Pemilihan sampel dilakukan secara panel antartriwulan untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai perubahan persepsi konsumen antarwaktu. Dengan adanya perluasan sampel, nilai ITK dapat disajikan sampai level provinsi. Upaya ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan data yang semakin beragam hingga tingkat regional (spasial antarprovinsi).

KEADAAN KETENAGAKERJAAN FEBRUARI 2011

FEBRUARI 2011: TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA SEBESAR 6,80 PERSEN
Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Februari 2011 mencapai 119,4 juta orang, bertambah sekitar 2,9 juta orang dibanding angkatan kerja Agustus 2010 sebesar 116,5 juta orang atau bertambah 3,4 juta orang dibanding Februari 2010 sebesar 116,0 juta orang.

Jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia pada Februari 2011 mencapai 111,3 juta orang, bertambah sekitar 3,1 juta orang dibanding keadaan pada Agustus 2010 sebesar 108,2 juta orang atau bertambah 3,9 juta orang dibanding keadaan Februari 2010 sebesar 107,4 juta orang.
















Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia pada Februari 2011 mencapai 6,80 persen, mengalami penurunan dibanding TPT Agustus 2010 sebesar 7,14 persen dan TPT Februari 2010 sebesar 7,41 persen.















Setahun terakhir (Februari 2010―Februari 2011), hampir semua sektor mengalami kenaikan jumlah pekerja, kecuali Sektor Pertanian dan Sektor Transportasi, masing-masing mengalami penurunan jumlah pekerja sebesar 360 ribu orang (0,84 persen) dan 240 ribu orang (4,12 persen). Sektor Pertanian, Perdagangan, Jasa Kemasyarakatan dan Sektor Industri secara berurutan menjadi penampung terbesar tenaga kerja pada bulan Februari 2011.















Pada Februari 2011, jumlah penduduk yang bekerja sebagai buruh/karyawan sebesar 34,5 juta orang (31,01 persen), berusaha dibantu buruh tidak tetap sebesar 21,3 juta orang (19,15 persen) dan berusaha sendiri sejumlah 21,1 juta orang (19,01 persen). Berdasarkan jumlah jam kerja pada Februari 2011, sebesar 77,1 juta orang (69,28 persen) bekerja di atas 35 jam perminggu, sedangkan pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 8 jam hanya sebesar 1,4 juta orang (1,23 persen).

Pada Februari 2011, pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih tetap mendominasi yaitu sebesar 55,1 juta orang (49,53 persen), sedangkan pekerja dengan pendidikan Diploma sebesar 3,3 juta orang (2,98 persen) dan pekerja dengan pendidikan Sarjana hanya sebesar 5,5 juta orang (4,98 persen).

Keadaan Perekonomian Provinsi Banten

PDRB Banten triwulan I – 2011, secara quarter to quarter (q to q) tumbuh -1,15 persen, jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan pertumbuhan yang terjadi pada triwulan sebelumnya yang besarnya 0,91 persen. Pertumbuhan pada triwulan I – 2011 merupakan bagian dari siklus tahunan yang masih terus berlanjut, yaitu pertumbuhan negatif pada setiap triwulan I. Pada triwulan I – 2011 hanya sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan serta sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh positif.

Pertumbuhan year on year (y on y) pada triwulan I – 2011 mencapai 6,52 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang mencapai 6,31 persen. Pertumbuhan tersebut juga melebihi total pertumbuhan yang terjadi pada tahun 2010 yang besarnya 5,94 persen.

Nilai nominal PDRB Banten triwulan I – 2011 atas dasar harga berlaku mencapai Rp 45,19 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan mencapai Rp 22,55 triliun. Jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, nilai nominal tersebut mengalami penurunan baik atas dasar harga berlaku maupun konstan.

Sumber pertumbuhan q to q hanya berasal dari sektor pertanian yaitu sebesar 0,72 persen. Secara y on y, sumber pertumbuhan berasal dari sektor industri pengolahan (2,64%), perdagangan, hotel dan restoran (1,74%) serta sektor pengangkutan dan komunikasi (1,07%).

Indeks Tendensi Konsumen (ITK) di Banten pada triwulan I-2011 sebesar 101,66, artinya kondisi ekonomi konsumen meningkat dari triwulan sebelumnya. Membaiknya kondisi ekonomi konsumen didorong oleh peningkatan pendapatan rumahtangga yang tergambar dari nilai indeksnya sebesar 107,65. Perkiraan Ekonomi Konsumen Triwulan II - 2011 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) di Banten pada triwulan II-2011 sebesar 106,47, artinya kondisi ekonomi konsumen pada triwulan II-2011 diperkirakan akan membaik. Tingkat optimisme konsumen diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan triwulan I-2011 yang tergambar dari nilai ITK sebesar 101,66. Perbaikan kondisi ekonomi konsumen pada Triwulan II-2011 diperkirakan terjadi karena adanya peningkatan pendapatan konsumen dan diperkuat oleh meningkatnya perkiraan rencana pembelian barang-barang tahan lama oleh konsumen.

Jumlah angkatan kerja pada Februari 2011 mencapai 5.164.681 orang, bertambah sebesar 372.704 orang dibandingkan jumlah angkatan kerja pada Februari 2010 yang sebesar 4.791.977 orang. Jumlah penduduk yang bekerja pada Februari 2011 sebesar 4.467.598 orang, bertambah 354.238 orang jika dibandingkan dengan keadaan Februari 2010. Pada periode yang sama juga tercatat kenaikan jumlah pengangguran terbuka sebesar 18.466 orang, namun demikian, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun dari 14,16 persen menjadi 13,50 persen.

Walaupun secara nominal jumlah penduduk yang menganggur bertambah sebesar 18.466 orang, tetapi secara persentase Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun dari 14,16 persen menjadi 13,50 persen. Hal ini dikarenakan kenaikan laju pertambahan penduduk yang bekerja, lebih besar dibandingkan kenaikan laju pertambahan penduduk yang menganggur. Pada periode yang sama pula, hampir semua sektor mengalami kenaikan jumlah pekerja. Lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbanyak terdapat di sektor Perdagangan yang menyerap 1.106.077 orang atau hampir dari seperempat penduduk yang bekerja (24,4 persen).

Untuk selengkapnya, silakan download :

http://banten.bps.go.id/download/pdrb_05052011.pdf
http://banten.bps.go.id/download/itk_05052011.pdf
http://banten.bps.go.id/download/naker_05052011.pdf

Semoga bermanfaat.......

Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar