Senin, 02 Mei 2011

Rilis Bulan Mei 2011 : Inflasi Bulan April, Ekspor dan Impor, Nilai Tukar Petani , Pariwisata dan Industri

Baru baru ini BPS RI mengadakan rilis VICON Berita Resmi Statistik. Rilis itu meliputi Inflasi Bulan April 2011, Ekspor dan Impor Maret 2011, Nilai Tukar Petani, Harga Perdagangan Besar, Pariwisata dan Industri Besar/Sedang.
INFLASI BULAN APRIL 2011
Selama bulan April 2011, mengalami inflasi negatif (deflasi) sebesar -0,31 persen, Inflasi tahun kalender (Januari - April) 2011 sebesar 0,39 %, Inflasi year on year sebesar 6,16 %, Inflasi inti April 2011 sebesar 0,25 %, Inflasi inti year on year sebesar 4,62 %

Dari 66 Kota IHK, 57 kota mengalami Deflasi dan 9 kota mengalami Inflasi, Deflasi tinggi di Jambi (-1,57%), Palu dan Pematang Siantar (-1,47%) , Inflasi tinggi di Ternate (0,52%), Balikpapan (0,45%) , Inflasi terendah di Palangkaraya (0,05%)
































Nilai Ekspor dan Impor Indonesia

































































































































































Perkembangan Pariwisata












































Nilai Tukar Petani






























Perkembangan Industri Besar/ Sedang































Indeks Harga Perdagangan Besar

















KONDISI di BANTEN

Inflasi Bulan April 2011

Mengawali triwulan ke dua tahun 2011, harga barang-barang/jasa kebutuhan pokok masyarakat di Banten secara umum mengalami penurunan, hal ini tercermin dari turunnya angka Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 126,781 pada bulan Maret 2011 menjadi 126,780 pada bulan April 2011 atau terjadi perubahan indeks (deflasi) 0,001 persen.
Inflasi ini terjadi karena dipicu oleh turunnya Indeks dua kelompok pengeluaran yakni : kelompok bahan makanan turun -0,52 persen,serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan -0,10 persen; sementara kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik 0,28 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,26 persen; kelompok sandang 0,47 persen; kelompok kesehatan 0,39 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,02 persen.
Laju inflasi tahun kalender (Januari – April 2011) sebesar 0,37 persen dan Inflasi “Year on Year” (IHK April 2011 terhadap IHK April 2010) tercatat 5,63 persen.


Nlai Ekspor dan Impor Banten
Nilai ekspor Banten pada Februari 2011 turun 6,39 persen dibanding ekspor Januari 2011, yaitu dari sebelumnya sebesar US$769,09 juta menjadi US$719,93 juta, sementara dibanding Februari 2010 nilai ekspor mengalami peningkatan 28,98 persen.
Ekspor nonmigas Februari 2011 mengalami penurunan 4,65 persen dibanding Januari 2011, dari US$723,64 juta menjadi US$689,95 juta, sedangkan dibanding ekspor Februari 2010 naik 28,34 persen.
Ekspor migas Februari 2011 turun 34,04 persen dibanding bulan sebelumnya, dari US$45,45 juta menjadi US$29,98 juta, sedangkan dibanding ekspor Februari 2010 turun 2,88 persen.
Penurunan ekspor nonmigas terbesar pada Februari 2011 dibanding bulan sebelumnya terjadi pada golongan barang alas kaki (HS 64) yaitu sebesar US$29,64 juta, sedangkan peningkatan terbesar pada golongan barang tembaga (HS 74) dengan kenaikan sebesar US$16,60 juta.
Nilai ekspor nonmigas terbesar pada Februari 2011 adalah untuk tujuan negara Amerika Serikat, yaitu US$126,22 juta, disusul oleh China US$61,23 juta dan Jepang US$58,15 juta, sementara untuk tujuan negara-negara ASEAN dan Uni Eropa masing-masing sebesar US$142,32 juta dan US$114,89 juta.
Menurut sektor, nilai ekspor hasil industri pada Februari 2011 turun 4,65 persen dibanding bulan sebelumnya, demikian pula ekspor hasil tambang dan lainnya mengalami penurunan 43,78 persen, sebaliknya ekspor hasil pertanian mengalami peningkatan sebesar 22,14 persen.
Menurut pelabuhan, nilai ekspor periode Januari – Februari 2011 untuk Pelabuhan Tanjung Priok mencapai sebesar US$1.242,01 juta (83,41 persen), disusul oleh Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Tanjung Leneng, masing-masing sebesar US$84,44 juta (5,67 persen) dan US$88,48 juta (5,94 persen).


Nilai impor Banten pada Februari 2011 turun 7,45 persen dibanding Januari 2011, yaitu dari sebelumnya sebesar US$737,82 juta menjadi US$682,88 juta, sedangkan dibanding impor Februari 2010 meningkat 12,16 persen.
Impor nonmigas Februari 2011 meningkat 15,41 persen mencapai US$566,64 juta, dari US$490,98 juta pada bulan sebelumnya, sementara dibanding Februari 2010, impor nonmigas mengalami peningkatan 23,52 persen.
Impor migas pada Februari 2011 mengalami penurunan sebesar 52,91 persen menjadi US$116,24 juta, dari sebelumnya mencapai US$246,84 juta pada Januari 2011, sedangkan dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya, impor migas juga turun 22,55 persen.
Nilai impor nonmigas terbesar Februari 2011 berasal dari golongan barang bahan kimia organik (HS 29) yang mencapai US$240,64 juta dari sebelumnya US$215,06 juta atau naik US$25,58 juta (11,89 persen) dibanding bulan sebelumnya.
Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar pada Februari 2011 adalah Singapura dengan nilai US$105,85 juta, diikuti Brazil dan Amerika Serikat dengan nilai sebesar US$93,33 juta dan US$85,56 juta, sementara impor nonmigas dari ASEAN mencapai US$179,18 juta.
Nilai impor menurut golongan penggunaan barang pada Februari 2011 dibanding bulan sebelumnya mengalami peningkatan hanya untuk golongan barang modal, yaitu sebesar 78,97 persen sementara untuk bahan baku/penolong dan barang konsumsi masing-masing turun 6,84 persen dan 41,71 persen.
Menurut pelabuhan bongkar, nilai impor periode Januari – Februari 2011 untuk Pelabuhan Merak mencapai US$856,870 juta (60,31 persen), disusul oleh Pelabuhan Cigading sebesar US$550,08 juta (38,72 persen).

Nilai Tukar Petani Banten

Pada April 2011 NTP Banten adalah 104,03 yang berarti mengalami penurunan sebesar 0,01 % dibandingkan NTP bulan Maret 2011 sebesar 104,34. Tiga subsektor mengalami kenaikan indeks yaitu hortikultura naik 0,33% dari 109,09 menjadi 109,46, perkebunan naik 0,26.% dari 101,31 menjadi 101,57 dan perikanan yang juga naik 1,17 % dari 96,50 menjadi 97,63. Sedangkan dua subsektor yang mengalami penurunan indeks adalah subsektor tanaman pangan yang turun .0,30 % dari 104,33 menjadi 104,02 dan subsektor peternakan turun 0,15 % dari 102,47 menjadi 102,32 %
Pada April 2011 terjadi Deflasi di pedesaan sebesar -0,43 %. Dari 7 kelompok, indeks bahan makanan menjadi pemicu deflasi pedesaan di Provinsi Banten dengan persentase (-1,30%). Kelompok yang menghambat laju deflasi adalah kelompok perumahan (0,61%), sandang ( 0,40 %), kesehatan (0,37.%), pendidikan, rekreasi & olah raga (0,17%), makanan jadi (0,06%). Sedangkan kelompolk transportasi dan komunikasi tidak mengalami perubahan.

Harga Gabah

Berdasarkan observasi sebanyak 27 transaksi gabah di 3 Kabupaten (Pandeglang, Serang dan Lebak), rata-rata harga gabah di tingkat petani pada April 2011 dibandingkan keadaan Maret 2011 untuk Gabah Kering Panen (GKP) naik sebesar 10,07 % sedangkan Gabah Kualitas Rendah relatif tidak mengalami perubahan.
Rata-rata harga gabah bulan April 2011 di tingkat penggilingan untuk kualitas GKP mencapai Rp. 2.975,-, sedangkan gabah kualitas rendah rata-rata Rp 2.475,- per kg di tingkat petani dan Rp. 2.793,- per kg di tingkat Penggilingan. Pada bulan ini persentase observasi harga gabah kualitas GKP yang berada dibawah HPP sebanyak 6,25% di tingkat petani dan 6,25% ditingkat penggilingan, sedangkan untuk gabah kualitas rendah terdapat observasi sebanyak 40,74%.
Harga gabah terendah di tingkat petani sebesar Rp 2.200,- per kg dijumpai di Kecamatan Warunggunung Kabupaten Lebak dengan kualitas rendah, sedangkan harga tertinggi sebesar Rp. 3.350,- per kg dijumpai di Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang dengan kualitas GKP.

Perkembangan Industri Besar dan Sedang

Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang triwulan I (Januari-Maret) tahun 2011 di Banten meningkat sebesar 3,90 persen dari triwulan IV (Oktober – Desember) tahun 2010 (q-to-q). Kenaikan terbesar terjadi pada industri Kertas dan Barang dari Kertas serta Industri Mesin listrik lainnya dan Perengkapannya yang masing-masing mengalami pertumbuhan sebesar 8,92 persen dan 8,53 persen. Sebaliknya terjadi penurunan produksi pada industri Kayu dan Barang-barang dari kayu (tidak termasuk furniture), dan Barang-barang anyaman sebesar 8,52 persen.
Pertumbuhan Produksi Industri Kertas dan Barang dari Kertas naik sebesar 8,92 persen di Banten, signifikan dengan pertumbuhannya secara nasional yang naik sebesar 4,76 persen.

Untuk bahan2 diatas dapat didownload di :
http://banten.bps.go.id/pdf/inflasi_02052011.pdf
http://banten.bps.go.id/pdf/exim_02052011.pdf
http://banten.bps.go.id/pdf/ntp_02052011.pdf
http://banten.bps.go.id/pdf/industri_02052011.pdf


Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar