Rabu, 22 Desember 2010

Video Conference Statistk Produksi

Untuk pertama kalinya, BPS RI memanfaatkan teknologi video conference (vicon) untuk melakukan rapat koordinasi dan diskusi antara BPS RI dengan BPS Provinsi. Rapat dipimpin langsung oleh Subagyo DW selaku Deputi Bidang Statistik Produksi, sekaligus sebagai moderator. Sedangkan peserta meliputi Direktur yang menangani Statistik Pertanian, sedangkan dari BPS Provinsi, selain Kepala BPS Provinsi juga Kepala Bidang Statistik Produksi dan Kasi-kasi di Bidang Statistik Produksi.

Di BPS Provinsi sendiri, dihadiri oleh Kepala BPS Provinsi, Nanan Sunandi, dan Kepala Bidang Produksi Nandang Efendi, Kepala BPS Kabupaten/Kota juga Kepala Seksi Pertanian, Kepala Seksi Industri, dan Kasi-kasi Statistik Produksi (atau yang mewakili) kabupaten/Kota se-Banten.

Pada vicon pertama, pada tanggal 16 Desember 2010, disajikan oleh Direktur Statistik Pertanian, dengan materi pokok tentang Pendataan Sapi, yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat. Diterangkan pula masalah metodologi, variabel yang digunakan, dan metode pencacahan. Karena dalam pendataan tersebut bersifat sensus, maka metode yang digunakan adalah door to to door untuk setiap rumahtangga, yang merupakan daerah konsentrasi pertanian, sedangkan untuk daerah yang non pertanian, dilakukan metode "snow bowling" yaitu menyisir rumahtangga pertanian (penguasa/pemilik sapi) berdasarkan informasi yang ada.

Vicon berjalan dengan lancar, walaupun sempat putus saat tanya jawab antara peserta BPS Provinsi dengan nara sumber. Namun segera diatasi, dan pertanyaan dapat dijawab sampai acara tanya jawab berakhir. Memang tidak semua pertanyaan dapat diakomodir karena waktu yang sangat terbatas, untuk itu pertanyaan dapat disalurkan melalui "BBM" atau "SMS" atau email.

Pada vicon kedua, pada tanggal 18 Desember 2010, peserta masih sama, namun materi yang disajikan berbeda. Materi kedua disajikan oleh Direktur Industri, yang menjelaskan masalah Respon Rate dari Survei Industri yang sangat rendah. Upaya untuk peningkatan pemasukan dokumenpun telah dilakukan, namun masih belum bisa mendongkrak respon rate angka nasional.

Rencana kedepan, pelaksanaan Survei Industri tidak lagi setahun sekali, namun tiga tahun sekali, mengingat perkembangan tenaga kerja, komponen dan variabel produksi tidak mengalami perubahan yang yang sangat signifikan dalam satu tahun. Namun mengenai waktu pelaksanaannya belum ditentukan. Beberapa peserta mengusulkan dalam 10 tahun, tiga kali survei seperti halnya sensus dan waktu pelaksanaan jangan berbarengan dengan sensus penduduk dan pertanian, sedangkan sensus ekonomi bisa terintegrasi.

Selain pembicaraan Survei Industri juga dibiacarakan Survei Industri Mikro Kecil (IMK) yang hanya mempublikasikan sampai level provinsi. Buku publikasi segera dicetak dan didistribusikan ke BPS Provinsi. Disinggung juga materi Survei Konstruksi, dan Pertambangan Energi.

Dalam waktu yang sama, tanggal 18 Desember 2010, BPS Provinsi Banten menyelenggarakan pelatikan Koordinator Statistik Kecamatan (KSK) se-Provinsi Banten.

Vicon selanjutnya, rencananya diadakan pada hari Kamis, tanggal 23 Desember 2010, dengan materi Survei Ubinan Besar, dengan peserta yang sama dari Statistik Produksi.

Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar