Jumat, 16 September 2011

Hati- hati Facebook bagi Anak-anak

Facebook merupakan layanan jejaring sosial yang mewabah tidak hanya orang dewasa, orang tua, dan remaja, namun juga merambah sampai anak-anak. Facebook yang dikenal sejak tahun 2004, sudah memiliki lebih dari 600 juta pengguna aktif di seluruh dunia, termasuk juga kalangan anak-anak.

Bila di luar negeri ada akun (pengguna) hewan dan akun janin yang sempat dikomplain, namun pada dasarnya akun hewan (anjing) yang mengupdate status pasti pemilik hewan pemiliharaan tersebut, bukan hewan itu sendiri. Demikian juga akun janin, tentu saja yang mengupate status bukan "janin" tapi ibunya si janin atau orang lain yang telah dewasa. Nah bila pengguna anak-anak, sebagian besar yang mengupdate

status langsung anak-anak sendiri, walaupun yang membuat akun orang tuanya atau kakaknya yang sudah remaja. Nah, bahayanya bila penguna langsung pada anak-anak, bila ada update status orang lain yang "tidak senonoh" akan langsung terlihat oleh si anak. Apalagi bila si anak bermain facebook di warnet, muncul forum chat kemudian asal klik, atau asal konfirmasi pada orang lain yang tidak dikenal, itu mungkin saja. Bisa jadi akun anak tersebut terjangkit virus, yang mengupdate status kata-kata yang tidak senonoh, bahkan gambar profil si anak juga diganti oleh si virus dengan gambar yang tidak pantas dilihat anak-anak.

Hal ini benar-benar terjadi pada anak tetanggaku beberapa minggu lalu. Tiba-tiba akun si anak tersebut mengupdate status kata-kata yang tidak senonoh (mungkin aku tidak mau mengatakan contohnya), Tentu saja, status tersebut dilihat semua teman-temanya yang menjadi teman si anak tersebut, termasuk anakku. Seperti biasa, aku selalu mengecek isi facebook yang ada di status anak saja, yang tentu saja gambar aku "off" kan, sehingga dia tidak bisa melihat gambar. Anakku, memberi tahu mamanya kalau akun temannya (sebut eva bukan nama sebenarnya) terkena hacker, karena si eva merasa tidak pernah mengupate kata-kata kotor seperti itu.

Keesokan harinya, aku coba cek konek di laptop dan membuka akun anakku. Ya, ampun, ternyata ada status dari seorang temannya, si eva itu dengan kata-kata tidak senonoh yang tidak pantas untuk anak-anak. Dan yang lebih mengkuatirkan lagi, gambar profil si eva berubah menjadi gambar yang tidak pantas untuk dilihat anak-anak. Akhirnya, aku minta kepada faceebook untuk mengblokir akun si eva, karena menampilkan gambar yang tidak senonoh. Dan, akupun semakin ketat melakukan pengawasan pada anak-anak, termasuk tidak membawa hp ke sekolah, penggunaan facebook dan internet hanya hari sabtu dan minggu saja (saat libur) dan saat ada orangtua di rumah.

Dari kejadian tersebut dapat dijadikan pengalaman, bahwa perlunya pengawasan terhadap anak-anak sebagai pengguna facebook. Walaupun pada dasarnya facebook hanya boleh digunakan pada orang yang telah berusia lebih dari 16 tahun. Namun pada kenyataannya, anak SD dan SMP sudah pandai memainkan facebook, bahkan sampai anak balitapun tidak jarang yang dibuatkan akun oleh orangtuanya. Untuk itu, orang tua harus bijak dalam melakukan pengawasan terhadap anak-anak, diantaranya :

1. Selalu mengecek update status yang dilakukan si anak, paling tidak dua atau tiga hari sekali. Untuk itu perlu tahu username dan password si anak agar bisa login ke akun si anak.
2. Akun si orang tua (bila mempunyai akun) harus bertemanan dengan si anak, sehingga paling tidak bila si orang tua tidak sempat mengecek akun si anak, cukup cek dari akun si orang tua saja.
3. Sedapat mungkin bagi anak-anak untuk membuka facebook jangan bermain internet di warnet, kecuali didampingi orangtua. Hal ini menghindari anak-anak yang salah klik, sehingga facebook bisa terkena virus. Jangan lupa, setelah membuka facebook di warnet, untuk mengakhiri facebook harus logout.
4. Untuk pengawasan yang lebih ketat, non aktifkan gambar pada facebook, bila si anak bermain facebook di HP.

--

Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar