Senin, 05 September 2011

Rilis : BRS Inflasi Bulan Agustus 2011, Ekspor dan Impor, Pariwisata, NTP , Harga Gabah, HPB

Berita Resmi Statistik Bulan September 2011 :

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

AGUSTUS 2011 INFLASI 0,93 PERSEN

Pada bulan Agustus 2011 terjadi inflasi sebesar 0,93 persen dengan Indeks Harga Konsumenn(IHK) sebesar 128,54. Dari 66 kota IHK, pada bulan ini seluruh kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggibterjadi di Pangkal Pinang 3,05 persen dengan IHK 140,49 dan terendah terjadi di Denpasar 0,02 persen dengan IHK 129,38.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada kelompok bahan makanan 1,07 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,46 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,33 persen; kelompok sandang 3,07 persen; kelompok kesehatan 0,26 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 2,14 persen dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,80 persen.


Laju inflasi tahun kalender (Januari–Agustus) 2011 sebesar 2,69 persen dan laju inflasi year on year (Agustus 2011 terhadap Agustus 2010) sebesar 4,79 persen. Komponen inti pada bulan Agustus 2011 mengalami inflasi sebesar 1,09 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Agustus) 2011 sebesar 3,45 persen dan laju inflasi komponen intiyear on year (Agustus 2011 terhadap Agustus 2010) sebesar 5,15 persen.


PERKEMBANGAN PARIWISATA
WISMAN JULI 2011 MENCAPAI 745,5 RIBU ORANG, NAIK 13,21 PERSEN DIBANDING JULI 2010

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada Juli 2011 mencapai 745,5 ribu orang atau naik 13,21 persen dibanding jumlah wisman Juli 2010 yang sebanyak 658,5 ribu orang. Apabila dibandingkan dengan Juni 2011, jumlah wisman Juli 2011 juga mengalami kenaikan sebesar 10,54 persen.


Jumlah wisman ke Bali melalui bandara Ngurah Rai pada Juli 2011 naik 10,75 persen dibanding Juli 2010, yaitu dari 252,1 ribu orang menjadi 279,2 ribu orang pada Juli 2011. Demikian pula, jika dibanding Juni 2011, jumlah wisman ke Bali mengalami peningkatan sebesar 13,85 persen.
Secara kumulatif (Januari─Juli) 2011, jumlah wisman mencapai 4,34 juta orang atau naik 7,53 persen dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2010 sebanyak 4,04 juta orang.


Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi pada Juli 2011 mencapai rata-rata 58,37 persen, atau naik 4,11 poin dibanding TPK Juli 2010 sebesar 54,26 persen. Begitu pula jika dibanding TPK hotel Juni 2011, TPK hotel berbintang pada Juli 2011 mengalami kenaikan 2,36 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 20 provinsi selama Juli 2011 adalah 1,97 hari, turun 0,02 hari dibanding keadaan Juli 2010.

PERKEMBANGAN TRANSPORTASI NASIONAL
JUMLAH PENUMPANG ANGKUTAN UDARA DOMESTIK JULI 2011 NAIK 4,80 PERSEN

Jumlah penumpang angkutan udara domestik pada bulan Juli 2011 mencapai 4,9 juta orang atau naik 4,80 persen dibanding bulan Juni 2011. Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) turun 2,87 persen menjadi 1,0 juta orang. Selama Januari-Juli 2011 jumlah penumpang domestik mencapai 30,0 juta orang atau naik 25,74 persen dan jumlah penumpang internasional mencapai 6,3 juta orang atau naik16,55 persen dibanding periode yang sama tahun 2010.

Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang diberangkatkan pada bulan Juli 2011 tercatat 770,6 ribu orang atau naik17,45 persen dibanding bulan Juni 2011 dan jumlah barang yang diangkut naik 9,65 persen menjadi 13,6 juta ton. Selama Januari-Juli 2011 jumlah penumpang mencapai 4,4 juta orang atau naik 14,40 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2010, sebaliknya jumlah barang yang diangkut 98,0 juta ton atau turun1,69 persen.

Jumlah penumpang kereta api pada bulan Juli 2011 sebanyak 18,9 juta orang atau naik 9,35 persen dibanding bulan Juni 2011. Demikian juga jumlah barang yang diangkut kereta api naik 7,65 persen menjadi 1,7 juta ton. Selama Januari-Juli2011, jumlah penumpang sebanyak 118,9 juta orang atau naik 0,30 persen dibanding periode yang sama tahun 2010. Hal yang sama, jumlah barang yang diangkut kereta api naik 2,44 persen menjadi 11,4 juta ton.

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR
AGUSTUS 2011 HARGA GROSIR NAIK 0,63 PERSEN

Pada bulan Agustus 2011 Indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik sebesar 0,63 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 1,85 persen. IHPB Bahan Baku, Barang Konsumsi, dan Barang Modal pada bulan Agustus 2011 masing-masing mengalami kenaikan sebesar 0,64 persen, 0,93 persen, dan 0,43 persen.

IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Agustus 2011 naik sebesar 0,44 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga barang-barang dari karet 2,25 persen, batu split 1,38 persen, semen 1,31 persen, dan bahan bangunan dari kayu 0,78 persen.

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI, HARGA PRODUSEN GABAH, DAN UPAH BURUH

A.PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI
NILAI TUKAR PETANI (NTP) AGUSTUS 2011 SEBESAR 105,11 ATAU NAIK 0,23 PERSEN

Nilai Tukar Petani (NTP) nasional Agustus 2011 sebesar 105,11 atau naik 0,23 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan naiknya NTP Subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,58 persen dan NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,15 persen.

Pada Agustus 2011, NTP Provinsi Jawa Barat mengalami kenaikan tertinggi (0,81 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya NTP Provinsi Sulawesi Tenggara terjadi penurunan terbesar (1,62 persen) dibanding penurunan NTP provinsi lainnya. Pada

Agustus 2011, terjadi inflasi di daerah perdesaan di Indonesia sebesar 0,74 persen terutama dipicu oleh naiknya indeks subkelompok bahan makanan.

B.PERKEMBANGAN HARGA PRODUSEN GABAH AGUSTUS 2011
HARGA GABAH (GKP) DI PETANI NAIK 5,28 PERSEN DIBANDINGKAN BULAN LALU

Berdasarkan 1.020 transaksi penjualan gabah di 21 provinsi selama Agustus 2011, didominasi transaksi gabah kering panen (GKP) 73,53 persen, gabah kualitas rendah 17,45 persen, dan gabah kering giling (GKG) 9,02 persen. Rata -rata harga gabah kualitas GKP di petani Rp3.753,64 per kg di petani (naik 5,28 persen) dan di penggilingan Rp3.824,77 per kgRp3.824,77 per kg Rp3.824,77 per kg Rp3.824,77 per kg Rp 3.824,77 per kg (naik 5,33 persen) dibandingkan bulan lalu.

RataRata -rata harga gabah kualitas GKG di petani Rp 3.970,79 per kg (turun 0,66 persen) dan di penggilingan Rp 4.044,02 per kg (turun 0,57 persen) dibandingkan bulan lalu. Rata -rata harga gabah kuali rata harga gabah kualitas rendah di petani Rp3.449,65 per kg per kg (naik 6,83 persen) di penggilingan Rp3.519,20 per kg (naik 6,65 persen) dibandingkan bulan lalu

C. PERKEMBANGAN UPAH BURUH
UPAH NOMINAL HARIAN BURUH TANI NASIONAL NAIK SEBESAR 0,18 PERSEN

Upah nominal harian buruh tani nasional pada Agustus 2011 naik sebesar 0,18 persen dibanding upah buruh tani Juli 2011, yaitu dari Rp39.215,00 menjadi Rp39.287,00 per hari, sedangkan secara riil mengalami penurunan sebesar 0,55 persen). Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Agustus 2011 naik 0,59 persen dibanding upah Juli 2011, yaitu dari Rp61.583,00 menjadi Rp61.948,00 per hari. Secara riil turun sebesar 0,34 persen).

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR INDONESIA JULI 2011

PERKEMBANGAN EKSPOR
EKSPOR JULI 2011 MENCAPAI US$17,43 MILIAR

Nilai ekspor Indonesia Juli 2011 mencapai US$17,43 miliar atau mengalami penurunan sebesar 5,23 persen dibanding ekspor Juni 2011. Sementara bila dibanding Juli 2010 ekspor mengalami peningkatan sebesar 39,55 persen. Ekspor nonmigas Juli 2011 mencapai US$13,62 miliar, turun 7,93 persen dibanding Juni 2011, sedangkan dibanding ekspor Juli 2010 meningkat 28,45 persen.

Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari–Juli 2011 mencapai US$116,04 miliar atau meningkat 36,51 persen dibanding periode yang sama tahun 2010, sementara ekspor nonmigas mencapai US$92,66 miliar atau meningkat 32,44 persen. Penurunan ekspor nonmigas terbesar Juli 2011 terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$1.103,3 juta, sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada karet dan barang dari karet sebesar US$105,0 juta.

Ekspor nonmigas ke Cina Juli 2011 mencapai angka terbesar yaitu US$1,97 miliar, disusul Jepang US$1,47 miliar dan Amerika Serikat US$1,36 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 35,26 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,78 miliar.

Menurut sektor, ekspor hasil industri periode Januari–Juli 2011 naik sebesar 34,88 persen dibanding periode yang sama tahun 2010, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 10,22 persen serta ekspor hasil tambang dan lainnya naik 27,98 persen.

PERKEMBANGAN IMPOR
IMPOR JULI 2011 SEBESAR US$16,06 MILIAR

Nilai impor Indonesia Juli 2011 sebesar US$16,06 miliar atau naik 6,57 persen dibanding impor Juni 2011 yang besarnya US$15,07 miliar, sedangkan jika dibanding impor Juli 2010 (US$12,63 miliar) naik 27,22 persen. Sementara itu, selama Januari–Juli 2011 nilai impor mencapai US$99,64 miliar atau meningkat 31,87 persen jika dibanding impor periode yang sama tahun sebelumnya (US$75,56 miliar).


Impor nonmigas Juli 2011 sebesar US$12,26 miliar atau naik US$0,43 miliar (3,69 persen) dibanding impor nonmigas Juni 2011 (US$11,83 miliar), sedangkan impor nonmigas selama Januari–Juli 2011 mencapai US$76,60 miliar atau naik 26,97 persen dibanding impor nonmigas periode yang sama tahun 2010 (US$60,33 miliar).

Impor migas Juli 2011 sebesar US$3,80 miliar atau naik US$0,55 miliar (17,09 persen) dibanding impor migas Juni 2011 (US$3,24 miliar), sedangkan impor migas selama Januari–Juli 2011 mencapai US$23,04 miliar atau naik 51,26 persen dibanding impor migas periode yang sama tahun sebelumnya (US$15,23 miliar).


Nilai impor nonmigas terbesar Juli 2011 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2,11 miliar. Nilai ini naik 3,97 persen (US$0,08 miliar) dibanding impor golongan barang yang sama Juni 2011 (US$2,03 miliar). Sementara itu, impor golongan barang

tersebut selama Januari–Juli 2011 mencapai US$13,25 miliar atau meningkat 19,20 persen (US$2,13 miliar) dibanding impor golongan barang yang sama tahun sebelumnya (US$11,11 miliar). Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Juli 2011 masih ditempati oleh Cina dengan nilai US$14,31 miliar dengan pangsa 18,68 persen, diikuti Jepang US$10,45 miliar (13,64 persen) dan Singapura US$6,12 miliar (7,99 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai 22,48 persen, sementara dari Uni Eropa sebesar 8,92 persen.


Nilai impor semua golongan penggunaan barang selama Januari–Juli 2011 dibanding impor periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing meningkat, yaitu impor barang konsumsi sebesar 35,08 persen, bahan baku/penolong sebesar 36,00 persen, dan barang modal sebesar 15,38 persen.

Selengkapnya dapat didownload pada URL :
http://www.bps.go.id/brs_file/inflasi_05sept11.pdf
http://www.bps.go.id/brs_file/pariwisata_05sept11.pdf
http://www.bps.go.id/brs_file/ihpb_05sept11.pdf
http://www.bps.go.id/brs_file/ntp_05sept11.pdf
http://www.bps.go.id/brs_file/eksim_05sept11.pdf

sedangkan untuk Banten silakan download pada URL :
http://banten.bps.go.id/pdf/1137_Inflasi%200911.pdf
http://banten.bps.go.id/pdf/1138_Exim%200911.pdf
http://banten.bps.go.id/pdf/1139_NTP%200911.pdf

Semoga bermanfaat...
--



Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar