Kamis, 06 Mei 2010

Awal kegiatan Sensus Penduduk 2010

Tanggal 1 Mei 2010 merupakan tanggal yang cukup bersejarah bagi Badan Pusat Statistik (BPS). Hari itu buka lantaran karena hari buruh, yang selalu diiringi oleh berbagai demo besar-besaran di seluruh Indonesia, atau hari awal gajian bagi pegawai negeri. Tapi tanggal 1 Mei tersebut sebagai awal pelaksanaan Sensus Penduduk seluruh Indonesia. Setiap warga negara baik Indonesia maupun asing yang berada di wilayah Indonesia harus dihitung (disensus). Sosialisasi Sensus pendudukpun ada dimana mulai dari spanduk-spanduk yang bertebaran, acara TV, Iklan baik di TV maupun di koran/majalah, website. Sampai-sampai Tukul Arwana dalam acara Bukan Empat Mata pun ikut memeriahkan suasana menjelang Sensus Penduduk 2010. Tidak tanggug-tanggung, sebagai bintang tamu, seorang Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI), Rusman Heriawan.

Berbagai kegiatan, sebagai awal kegiatan Sensus Penduduk pun dilakukan seperti listing bangunan fisik, bangunan sensus, pendaftaran rumahtangga, dan penempelan stiker. Sedangkan kegiatan monitoringpun secara paralel dilakukan. Pengawasan lapangan untuk mengontrol kegiatan pencacahan, tim task force untuk mencacah wilayah elite dan blok sensus persiapan yang tidak terpetakan, dan tim manajemen kualitas untuk mengontrol kualitas kegiatan pencacahan.

Beberapa komplin juga ada yang datang dari masyarakat, walaupun baru tahap listing. Seperti warga merasa belum dicacah, rumah cuma ditempel stiker dan tidak didatangi petugas sensus. Keluhan-keluhan dari masyarakatpun segera ditindak lanjuti tim pengawas dari BPS, baik dari pusat, provinsi maupn kabupaten/kota. Kami sendiri pernah didatangi oleh salah satu warga di salah satu kelurahan di kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, saat melakukan pengawasan lapangan di kelurahan tersebut. Salah satu warga bertanya :"Bapak petugas sensus ya? Kok rumah saya tidak didatangi petugas? Kok cuma ditempeli stiker dan tidak didata?"

Kami pun mengakomodir informasi yang disampaikan orang tersebut, dan mencari petugas PCL maupun koordinator tim (kortim) yang bertugas pada blok sensus tersebut dan RT/RW tersebut. Setelah dikonfirmasi ternyata, memang orang tersebut (seorang ketua RT), kebetulan saat dikunjungi dirumahnya, sedang keluar rumah. Yang ada dirumah cuma anaknya yang masih sekolah. Tentu saja seorang petugas sensus, tidak menunggu bapak anak itu pulang, jadi setelah mengetahui informasi jumlah anggota rumahtangga yang tinggal di rumah tersebut, langsung menempel stiker dan pergi melanjutkan ke rumahtangga berikutnya. Memang tidak semua laporan maupun pengaduan itu benar, kita harus bijak menanggapinya. Selidiki dulu baru berkomentar....

Selamat berjuang petugas sensus. SALAM SENSUS

Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar