Jumat, 03 Agustus 2012

Rilis Berita Resmi Statistik : Inflasi Juli 2012, Ekspor dan Impor Indonesia 2012, Pariwisata, Nilai Tukar Petani, Upah buruh, Perkembangan Industri Manufaktur Triwulan II 2012

JULI 2012 INFLASI 0,70 PERSEN

Pada Juli 2012 terjadi inflasi sebesar 0,70 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 133,16. Dari 66 kota IHK, pada bulan ini seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang 3,17 persen dengan IHK 148,20 dan terendah terjadi di Sibolga 0,11 persen dengan IHK 140,63.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks seluruh kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan 1,68 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,89 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,16 persen;
kelompok sandang 0,18 persen; kelompok kesehatan 0,42 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,56 persen dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,31 persen.

Laju inflasi tahun kalender (Januari–Juli) 2012 sebesar 2,50 persen dan laju inflasi year on year (Juli 2012 terhadap Juli 2011) sebesar 4,56 persen.

Komponen inti pada Juli 2012 mengalami inflasi sebesar 0,54 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Juli) 2012 sebesar 2,28 persen dan laju inflasi komponen inti year on year (Juli 2012 terhadap Juli 2011) sebesar 4,28 persen.

http://www.bps.go.id/brs_file/inflasi_01agu12.pdf

EKSPOR JUNI 2012 MENCAPAI US$15,36 MILIAR

Nilai ekspor Indonesia Juni 2012 mencapai US$15,36 miliar atau mengalami penurunan sebesar 8,70 persen dibanding ekspor Mei 2012. Demikian juga bila dibanding Juni 2011 mengalami penurunan sebesar 16,44 persen.

Ekspor nonmigas Juni 2012 mencapai US$12,58 miliar, turun 4,04 persen dibanding Mei 2012, demikian juga bila dibanding ekspor Juni 2011 turun 15,00 persen.

Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari–Juni 2012 mencapai US$96,88 miliar atau turun 1,76 persen dibanding periode yang sama tahun 2011, sementara ekspor nonmigas mencapai US$76,83 miliar atau turun 2,79 persen.

Penurunan ekspor nonmigas terbesar Juni 2012 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$334,8 juta, sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$137,9 juta.

Ekspor nonmigas ke Cina Juni 2012 mencapai angka terbesar, yaitu US$1,57 miliar, disusul Jepang US$1,45 miliar dan Amerika Serikat US$1,31 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 34,45 persen. Sementara, ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,38 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil industri periode Januari–Juni 2012 turun sebesar 4,85 persen dibanding periode yang sama tahun 2011, demikian juga ekspor hasil pertanian turun 1,35 persen, sedangkan ekspor hasil tambang dan lainnya naik sebesar 4,90 persen.

IMPOR JUNI 2012 MENCAPAI US$16,69 MILIAR

Nilai impor Indonesia Juni 2012 sebesar US$16,69 miliar atau turun 2,05 persen dibanding impor Mei 2012 yang besarnya US$17,04 miliar, sedangkan jika dibanding impor Juni 2011 (US$15,07 miliar) naik 10,71 persen. Sementara itu, selama semester I-2012 nilai impor mencapai US$96,41 miliar atau
meningkat 15,35 persen jika dibanding impor periode yang sama tahun sebelumnya (US$83,58 miliar).

Impor nonmigas Juni 2012 sebesar US$13,33 miliar atau turun US$0,26 miliar (1,92 persen) dibanding Mei 2012 (US$13,59 miliar), sedangkan selama semester I-2012 mencapai US$74,97 miliar atau naik 16,52 persen dibanding periode yang sama tahun 2011 (US$64,34 miliar).

Impor migas Juni 2012 sebesar US$3,35 miliar atau turun US$0,09 miliar (2,58 persen) dibanding Mei 2012 (US$3,44 miliar), sedangkan selama semester I-2012 mencapai US$21,44 miliar atau naik 11,42 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (US$19,24 miliar).

Nilai impor nonmigas terbesar Juni 2012 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2,53 miliar atau naik 1,94 persen (US$0,04 miliar) dibanding impor golongan barang yang sama Mei 2012 (US$2,49 miliar). Impor golongan barang tersebut selama semester I-2012 mencapai US$13,96 miliar atau meningkat 25,36 persen (US$2,83 miliar) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (US$11,13 miliar).

Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama semester I-2012 masih ditempati oleh Cina dengan nilai US$14,49 miliar dengan pangsa 19,33 persen, diikuti Jepang US$11,78 miliar (15,71 persen) dan Thailand US$5,76 miliar (7,68 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai 21,59
persen, sementara dari Uni Eropa sebesar 8,91 persen.

Nilai impor semua golongan penggunaan barang selama semester I-2012 dibanding impor periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing meningkat, yaitu impor barang konsumsi sebesar 6,53 persen, bahan baku/penolong sebesar 11,77 persen, dan barang modal sebesar 34,91 persen

http://www.bps.go.id/brs_file/eksim_01agu12.pdf

WISMAN JUNI 2012 MENCAPAI 695,5 RIBU ORANG, NAIK 3,13 PERSEN DIBANDING JUNI 2011

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Juni 2012 mencapai 695,5 ribu orang atau naik 3,13 persen dibandingkan jumlah wisman Juni 2011, yang sebesar 674,4 ribu orang. Begitu pula, jika dibandingkan dengan Mei 2012, jumlah kunjungan wisman Juni 2012 naik sebesar 6,86 persen.

Jumlah wisman yang datang melalui Bandara Ngurah Rai, Bali, selama Juni 2012 turun 1,69 persen dibandingkan Juni 2011, yaitu dari 245,2 ribu orang menjadi 241,1 ribu orang. Sementara itu, jika dibanding kedatangan wisman selama Mei 2012, jumlah wisman ke Bali naik sebesar 9,34 persen.

Selama Semester I (Januari─Juni) 2012, jumlah kunjungan wisman mencapai 3,88 juta orang atau naik 7,75 persen dibanding kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang berjumlah 3,60 juta orang.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi pada Juni 2012 mencapai rata-rata 56,80 persen, atau naik 0,79 poin dibandingkan dengan TPK Juni 2011, yang tercatat sebesar 56,01 persen. Begitu pula, bila dibanding TPK hotel pada Mei 2012, TPK hotel berbintang pada Juni 2012 mengalami kenaikan 3,17 poin.

Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 20 provinsi selama Juni 2012 tercatat sebesar 1,93 hari, turun 0,05 hari dibanding keadaan Juni 2011

JUMLAH PENUMPANG ANGKUTAN UDARA INTERNASIONAL JUNI 2012 NAIK 9,58 PERSEN

Jumlah penumpang angkutan udara domestik pada Juni 2012 sebanyak 4,6 juta orang atau naik 2,17 persen dibanding Mei 2012. Demikian juga jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) naik 9,58 persen menjadi 1,1 juta orang. Selama JanuariJuni 2012 jumlah penumpang domestik mencapai 26,3 juta orang atau naik 4,68 persen dan jumlah penumpang internasional mencapai 5,8 juta orang atau naik 10,84 persen dibanding periode yang sama tahun 2011.

Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang diberangkatkan pada Juni 2012 tercatat 575,5 ribu orang atau naik 1,57 persen dibanding Mei 2012. Sebaliknya jumlah barang yang diangkut turun 3,75 persen menjadi 18,2 juta ton. Selama JanuariJuni 2012 jumlah penumpang mencapai 3,3 juta orang atau turun 9,14 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2011 namun jumlah barang yang diangkut naik 19,09 persen atau mencapai 108,5 juta ton.

Jumlah penumpang kereta api pada Juni 2012 sebanyak 18,8 juta orang atau naik 5,59 persen dibanding bulan Mei 2012. Hal yang sama terjadi pada angkutan barang naik 8,68 persen menjadi 2,1 juta ton. Selama JanuariJuni 2012 jumlah penumpang kereta api mencapai 102,1 juta orang atau naik 2,16 persen dan jumlah barang yang diangkut naik 19,59 persen menjadi 11,5 juta ton dibanding periode yang sama tahun 2011.

http://www.bps.go.id/brs_file/pariwisata_01agu12.pdf

PERTUMBUHAN PRODUKSI IBS NAIK 2,55 PERSEN DAN IMK NAIK 2,11 PERSEN PADA TRIWULAN II TAHUN 2012 DARI TRIWULAN II TAHUN 2011
Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang (y-on-y) pada triwulan II tahun 2012
mengalami kenaikan sebesar 2,55 persen dari triwulan II tahun 2011, triwulan II tahun 2011 mengalami
kenaikan sebesar 2,60 persen dari triwulan II tahun 2010 .

Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulanan (q-to-q) pada triwulan II tahun 2012 naik sebesar 3,94 persen dari triwulan I tahun 2012. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan I tahun 2012 turun sebesar 0,31 persen dari triwulan IV tahun 2011 dan pertumbuhan triwulan IV tahun 2011 turun sebesar 1,53 persen dari triwulan III tahun 2011.

Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang bulanan (m-to-m) selama triwulan II tahun 2012 mengalami kenaikan pada bulan dan Mei, sedangkan pada Juni 2012 mengalami penurunan. Pertumbuhan bulan April naik sebesar 1.06 persen dari Maret 2012, pertumbuhan bulan Mei naik 6,01 persen dari April 2012, dan pertumbuhan bulan Juni 2012 turun 0,01 persen dari Mei 2012.

INDUSTRI MANUFAKTUR MIKRO DAN KECIL (IMK)

Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulanan pada triwulan II tahun 2012 naik sebesar 2,11 persen (y-on-y) dari triwulan II tahun 2011. Jenis-jenis industri yang mengalami pertumbuhan produksi tertinggi pada triwulan II tahun 2012 adalah Alat Angkutan Lainnya naik 11,44 persen, Industri Kulit, Barang dari Kulit, dan Alas Kaki naik 9,35 persen, serta Industri Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman naik 6,50 persen.
 Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulanan pada triwulan II tahun 2012 turun sebesar 3,35 persen (q-to-q) dari triwulan I tahun 2012. Jenis-jenis industri yang mengalami kenaikan pertumbuhan produksi pada triwulan II tahun 2012 hanya Industri Kulit, Barang dari Kulit, dan Alas Kaki naik 4,83 persen; Industri Mesin dan Perlengkapan YTDL naik 2,52 persen; dan Industri Kertas dan Barang dari Kertas naik 1,38 persen.

Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulanan (y-on-y) pada triwulan II tahun 2012 pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi Maluku Utara naik 14,87 persen, Provinsi Papua Barat naik 12,76 persen, dan Provinsi Banten naik 11,96 persen. Provinsi-provinsi yang mengalami penurunan pertumbuhan terbesar adalah Provinsi Jambi turun 20,12 persen, Provinsi Sulawesi Utara turun 19,44 persen, dan Provinsi Riau turun 15,28 persen.

Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulanan (q-to-q) pada triwulan II tahun 2012 pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung naik 9,11 persen, Provinsi Lampung naik 6,47 persen, dan Provinsi Maluku Utara naik 6,13 persen. Provinsi-provinsi yang mengalami penurunan pertumbuhan terbesar adalah Provinsi Kalimantan Selatan turun 8,82 persen, Provinsi Sumatera Barat turun 8,39 persen, dan Provinsi Sulawesi Selatan turun 7,87 persen.

NILAI TUKAR PETANI (NTP) JULI 2012 SEBESAR 104,96 ATAU NAIK 0,07 PERSEN

Nilai Tukar Petani (NTP) nasional Juli 2012 sebesar 104,96 atau naik 0,07 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan naiknya NTP Subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,14 persen, NTP Subsektor Hortikultura sebesar 0,25 persen, NTP Subsektor Peternakan sebesar 0,20 persen, dan
NTP Subsektor Perikanan sebesar 0,02 persen.

Pada Juli 2012, NTP Provinsi Jawa Barat mengalami kenaikan tertinggi (0,44 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Kalimantan Barat terjadi penurunan terbesar (0,76 persen) dibanding penurunan NTP provinsi lainnya.

Pada Juli 2012 terjadi inflasi daerah perdesaan di Indonesia sebesar 0,77 persen terutama disebabkan oleh naiknya indeks Kelompok Bahan Makanan dan Kelompok Makanan Jadi.

http://www.bps.go.id/brs_file/ntp_01agu12.pdf

JULI 2012 HARGA GROSIR NAIK 0,28 PERSEN

Pada Juli 2012 Indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik sebesar 0,28 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 1,03 persen.

IHPB Bahan Baku dan Barang Konsumsi pada Juli 2012 masing-masing mengalami kenaikan sebesar 0,29 persen dan 0,70 persen. Sedangkan Barang Modal mengalami penurunan sebesar 0,31 persen.

IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Juli 2012 naik sebesar 0,10 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga aspal sebesar 0,58 persen, kaca lembaran sebesar 0,58 persen, dan barang galian segala jenis sebesar 0,34 persen.

http://www.bps.go.id/brs_file/ihpb_01agu12.pdf

PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 889 RIBU TON, BAWANG MERAH SEBESAR 893 RIBU TON, DAN MANGGA SEBESAR 2,13 JUTA TON

A.CABAI BESAR

Produksi cabai besar segar dengan tangkai tahun 2011 sebesar 888,852 ribu ton dengan luas panen cabai besar tahun 2011 sebesar 121,063 ribu hektar, dan rata-rata produktivitas 7,34 ton per hektar. Dibandingkan tahun 2010, terjadi kenaikan produksi sebesar 81,692 ribu ton (10,12 persen). Kenaikan ini disebabkan kenaikan produktivitas sebesar 0,76 ton per hektar (11,55 persen) sementara luas panen terjadi penurunan sebesar 1,692 ribu hektar (1,38 persen) dibandingkan tahun 2010.

B.BAWANG MERAH

Produksi umbi bawang merah dengan daun tahun 2011 sebesar 893,124 ribu ton, dengan luas panen sebesar 93,667 ribu hektar, dan rata-rata produktivitas sebesar 9,54 ton per hektar. Dibandingkan tahun 2010, produksi menurun sebesar 155,810 ribu ton (14,85 persen). Penurunan disebabkan menurunnya produktivitas sebesar 0,03 ton per hektar (0,31 persen) dan penurunan luas panen seluas 15,967 ribu hektar (14,56 persen).

C.MANGGA

Produksi buah segar mangga tahun 2011 sebesar 2,13 juta ton. Dibandingkan dengan tahun 2010, produksi 2011 mengalami kenaikan sebesar 0,84 juta ton (65,55 persen). Kenaikan produksi mangga tahun 2011 disebabkan kondisi iklim yang baik untuk tanaman mangga dan tidak terjadi serangan hama.

http://www.bps.go.id/brs_file/holti_01agu12.pdf

Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar