Sabtu, 06 Agustus 2011

Membangun WLAN Menggunakan Lampu LED, Sebuah Inovasi Internet Lewat Cahaya Lampu

Ilmuwan dari Fraunhofer Institute for Telecommunications, Heinrich Hertz Institute (HHI), di Berlin, telah mengembangkan sebuah optical WLAN (wireless LAN), menggunakan lampu LED.

Dari demo yang telah dilaksanakan, empat orang dari masing-masing notebook mereka dapat menonton film kualitas HD yang dipancarkan dari server di dalam network tersebut. Bandwidth dari optical WLAN tersebut tak kurang dari 100Mbps (megabit per second).

Pada demo tersebut digunakan ruangan seluas 10 m persegi dan di langit-langit dipasangi lampu LED yang menjangkau seluruh ruangan. Lampu LED tersebut mentransmisikan data dari server. Setiap orang dengan notebook-nya di mana saja di dalam ruangan itu dapat mengakses server/jaringan.
"Dengan cara ini kami dapat menstransfer empat video berkualitas HD ke empat notebook yang berbeda pada saat yang bersamaan," kata Dr. Anagnostis Paraskevopoulos dari HHI.

Bagaimana cara kerja optical WLAN tersebut? Mekanismenya sangat sederhana, menurut peneliti di HHI. LED bersinar putih menerangi ruangan. Dengan menggunakan modulator, LED tersebut dibuat mati/hidup (on/off) secara cepat sehingga membentuk data "satu" dan "nol" yang merupakan informasi digital. Modulasi tersebut tidak tampak oleh mata. Sebuah dioda foto yang berada di notebook bertindak sebagai receiver, yaitu yang menangkap kedipan LED tersebut. Hasil tangkapan dioda dikodekan-ulang sehingga menjadi informasi digital yang diolah oleh prosesor notebook.

Optical WLAN menurut penelitinya tidak ditujukan untuk menggantikan WLAN yang menggunakan gelombang radio yang sudah banyak dipakai sekarang. Tetapi jaringan optik ini dapat dipakai pada tempat-tempat yang tidak diperkenankan adanya sinyal radio yang dapat menginterferensi instrumen yang ada seperti di rumah sakit.

Sekarang sedang dikembangkan optical WLAN dengan kecepatan yang lebih tinggi. Dengan menggunakan sinar LED red-blue-green-white, di lab telah dapat dicapai kecepatan 800Mbps.

Seperti diketahui, optical WLAN menggunakan cahaya yang terlihat oleh mata sehingga masih ada tantangan untuk peyempurnaannya lebih lanjut. Sebab, bila antara LED dan dioda penerima di notebook ada halangan seperti tangan, transmisi data akan terganggu.

Koneksi WiFi bisa mencapai kecepatan 800 Mbps

Koneksi nirkabel jenis WiFi sudah menjadi alternatif paling dicari untuk menyambungkan semua peralatan elektronik atau gadget tetapi tetap saja ada kendala terutama penempatan router yang bisa diakses lebih luas. Tetapi jangan kuatir, di waktu yang akan datang penempatan WiFi tidak akan membuat repot karena sinyal WiFi bisa digabungkan dengan lampu penerangan (lampu LED).


















Teknologi yang disebut Data Transmitting LED bekerja seperti layaknya sebuah lampu dimana jika anda membutuhkan koneksi jaringan, tinggal nyalakan lampu tersebut.

Layaknya sebuah penguat sinyal, masing-masing lampu ini bisa menjadi perantara satu dengan yang lainnya sehingga selama ada lampu-lampu tersebut maka jangkauan sinyal akan terus didapat.


Dengan teknologi sejenis (disebut dengan Optical WLAN), para peneliti ternyata berhasil membuat teknologi yang sama tetapi punya kecepatan transfer data mencapai 800 Mbps.

Nantinya dengan memasang lampu LED plus sebuah module di dalamnya, kita bisa mendapatkan akses internet tanpa harus memasang router atau kabel LAN segala.

Sebenarnya di satu sisi, router memang lebih nyaman dan cepat serta punya jangkauan yang lebih luas sedangkan yang satu ini hanya bisa menjangkau area seluas 8,3 m2 saja.

















Di lain sisi, teknologi ini sangat bermanfaat bila dipasang di tempat seperti rumah sakit dimana gelombang ponsel atau Wi-Fi bisa menggangu alat kedokteran lainnya. Jadi dengan ini kita bisa memasang di area tertentu tanpa harus kuatir sinyalnya akan menggangu alat kedokteran yang ada.

System Lampu LED

LVX System adalah sebuah sistim lampu LED yang juga akan mentransmisikan koneksi internet melalui cahaya lampu LED sehingga lebih hemat dibandingka anda menggunakan koneksi Wi-Fi terpisah seperti melalui Router dan lainnya.

Bentuknya mirip dengan lampu LED biasa yang dipasang di langit-langit tetapi dengan bantuan modem khusus, cahaya yang ada bisa digunakan untuk layaknya sebuah koneksi Wi-Fi.

Anda memang tidak salah dengar bila Wi-Fi atau Bluetooth menggunakan gelombang radio untuk menghasilkan koneksi internet, yang satu ini menggunakan cahaya. Keren kan??

LVX system ini tidak terbatas untuk koneksi internet tetapi juga untuk transfer data ke HDTV (HDTV Broadcast), power management, ponsel dan lainnya.

sumber : infokomputer.com, otakku.com
---

Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar