Selasa, 24 Juli 2012

Susu di China Mengandung Zat Pemicu Kanker

Toksin penyebab kanker ditemukan terkandung dalam susu formula (sufor) untuk bayi di China. Temuan ini menambah panjang daftar pencemaran di Negeri Tirai Bambu setelah enam bayi tewas pada 2008 karena kontaminasi sufor.

Diberitakan Washington Post, Senin 23 Juli 2012, kandungan berbahaya Aflatoxin ditemukan di lima batch sufor merk Nanshan Bywise yang diproduksi oleh Hunan Ava Dairy Industry Co. di kota Nanshan, provinsi Hunan, antara Juli dan Desember tahun lalu.

Kandungan Aflatoxin ditemukan di setiap jenis sufor ini, baik kemasan karton, plastik maupun kaleng. Menurut Gong, staf Kantor Dagang dan Industri Guangzhou, susu yang dijual dengan berat antara 400-900 gram ini telah lama dijual di kota Guangzhou.

Kontaminasi zat berbahaya ditemukan dalam pemeriksaan pemerintah yang dipublikasikan di internet Jumat pekan lalu. Belum ada konfirmasi dari produsen Nanshan Bywise, karena para stafnya sulit untuk dihubungi.

Belum ada korban dalam kontaminasi tersebut. Zat Aflatoxin memang tidak berbahaya jika dalam kadar sedikit. Namun, jika masuk ke tubuh dalam kadar tinggi, dapat memicu kanker dan gangguan hati.

Aflatoxin diproduksi oleh jamur yang biasanya tumbuh di rumput dan jerami yang menjadi pakan sapi. Sebelumnya, kandungan Aflatoxin ditemukan di susu formula yang diproduksi oleh perusahaan Mengniu dan Changfu, dua perusahaan susu anak terbesar di China.

Bulan lalu, perusahaan susu terkemuka China lainnya, Yili Industrial Group, terpaksa harus menarik sufor mereka karena diduga terkandung zat merkuri dalam kadar yang tidak biasa. Kasus terbesar pencemaran sufor terjadi pada 2008, saat enam bayi tewas dan 300.000 lainnya sakit akibat minum sufor yang mengandung melamine.

Kandungan melamine dan zat berbahaya lainnya biasa digunakan perusahaan susu untuk meningkatkan kadar protein dalam produk mereka. Dua orang telah dihukum mati atas kasus ini, sementara 19 lainnya telah dipenjara. (vivanews.com)

Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar