Kamis, 01 Maret 2012

Rilis Berita Resmi Statistik : Inflasi Bulan Pebruari 2012, Ekspor dan Impor Bulan Januari 2012, Nilai Tukar Petani, Upah Buruh, Harga Gabah dan Pariwisata

FEBRUARI 2012 INFLASI 0,05 PERSEN

Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0,05 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 130,96. Dari 66 kota IHK, 40 kota mengalami inflasi dan 26 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Mataram 1,73 persen dengan IHK 145,51 dan terendah terjadi di Tangerang 0,03 persen dengan IHK 131,59. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Jambi 1,29 persen dengan IHK 133,21 dan terendah terjadi Palu 0,04 persen dengan IHK 135,00.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,34 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,27 persen; kelompok sandang 1,22 persen; kelompok kesehatan 0,15 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,08 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,06 persen. Sedangkan kelompok bahan makanan mengalami deflasi 0,73 persen.



Laju inflasi tahun kalender (Januari-Februari) 2012 sebesar 0,81 persen dan laju inflasi year on year (Februari 2012 terhadap Februari 2011) sebesar 3,56 persen.


Komponen inti pada Februari 2012 mengalami inflasi sebesar 0,33 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Februari) 2012 sebesar 0,77 persen dan laju inflasi komponen inti year on year (Februari 2012 terhadap Februari 2011) sebesar 4,31 persen.

http://www.bps.go.id/brs_file/inflasi_01maret12.pdf

WISMAN JANUARI 2012 MENCAPAI 652,7 RIBU ORANG, NAIK 18,93 PERSEN DIBANDING JANUARI 2011

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada Januari 2012 mencapai 652,7 ribu orang atau naik 18,93 persen dibanding jumlah wisman Januari 2011 yang mencapai 548,8 ribu orang. Apabila dibandingkan dengan Desember 2011, jumlah wisman Januari 2012 turun sebesar 9,92 persen.



Jumlah wisman ke Bali melalui bandara Ngurah Rai pada Januari 2012 naik 19,87 persen dibanding Januari 2011, yaitu dari 208,3 ribu orang menjadi 249,7 ribu orang pada Januari 2012. Jika dibanding Desember 2011, jumlah wisman ke Bali naik tipis sebesar 0,56 persen.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi pada Januari 2012 mencapai rata-rata 51,27 persen, atau naik 0,80 poin dibanding TPK Januari 2011 sebesar 50,47 persen. Sedangkan bila dibanding TPK hotel Desember 2011, TPK hotel berbintang pada Januari 2012 mengalami penurunan 4,30 poin.

Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 20 provinsi selama Januari 2012 adalah 2,03 hari, turun 0,10 hari dibanding keadaan Januari 2011.


JUMLAH PENUMPANG ANGKUTAN UDARA DOMESTIK JANUARI 2012 TURUN 2,31 PERSEN

Jumlah penumpang angkutan udara domestik pada Januari 2012 mencapai 4,4 juta orang atau turun 2,31 persen dibanding Desember 2011. Demikian pula jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) turun 4,45 persen menjadi 930,7 ribu orang.



Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang diberangkatkan pada Januari 2012 tercatat 510,6 ribu orang atau turun 8,40 persen dibanding Desember 2011. Pada saat yang sama jumlah barang yang diangkut turun 16,18 persen menjadi 8,9 juta ton.

Jumlah penumpang kereta api pada Januari 2012 sebanyak 16,1 juta orang atau turun 4,22 persen dibanding Desember 2011. Demikian pula jumlah barang yang diangkut kereta api turun 3,33 persen menjadi 1,9 juta ton.


http://www.bps.go.id/brs_file/pariwisata_01maret12.pdf


EKSPOR JANUARI 2012 MENCAPAI US$15,49 MILIAR

Nilai ekspor Indonesia Januari 2012 mencapai US$15,49 miliar atau mengalami penurunan sebesar 9,28 persen dibanding ekspor Desember 2011. Sementara bila dibanding Januari 2011 mengalami peningkatan sebesar 6,07 persen.

Ekspor nonmigas Januari 2012 mencapai US$12,52 miliar, turun 7,90 persen dibanding Desember 2011, sedangkan dibanding ekspor Januari 2011 meningkat 4,40 persen.

Penurunan ekspor nonmigas terbesar Januari 2012 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$619,3 juta, sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$213,5 juta.



Ekspor nonmigas ke Jepang Januari 2012 mencapai angka terbesar, yaitu US$1,61 miliar, disusul Cina US$1,36 miliar dan Amerika Serikat US$1,20 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 33,26 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,60 miliar.



Menurut sektor, ekspor hasil industri Januari 2012 naik sebesar 2,08 persen dibanding bulan yang sama tahun 2011, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya naik 14,82 persen sedangkan ekspor hasil pertanian turun sebesar 1,82 persen.

IMPOR JANUARI 2012 TURUN 11,57 PERSEN MENJADI US$14,57 MILIAR

Nilai impor Indonesia Januari 2012 sebesar US$14,57 miliar atau turun 11,57 persen dibanding impor Desember 2011 yang besarnya US$16,48 miliar, sedangkan jika dibanding impor Januari 2011 (US$12,56 miliar) naik 16,02 persen.

Impor nonmigas Januari 2012 sebesar US$11,58 miliar atau turun US$1,25 miliar (9,72 persen) dibanding impor nonmigas Desember 2011 (US$12,83 miliar). Sebaliknya jika dibanding Januari 2011 (US$9,57 miliar) maka terjadi peningkatan, yaitu sebesar US$1,99 miliar atau 20,80 persen.

Impor migas Januari 2012 sebesar US$2,99 miliar atau turun US$0,66 miliar (18,05 persen) dibanding impor migas Desember 2011 (US$3,65 miliar), sedangkan jika dibanding impor bulan yang sama tahun sebelumnya (US$2,97 miliar) terjadi peningkatan US$0,02 miliar atau 0,58 persen.

Nilai impor nonmigas terbesar Januari 2012 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2,32 miliar. Nilai ini turun 7,81 persen (US$0,20 miliar) dibanding impor golongan barang yang sama Desember 2011 (US$2,52 miliar). Sementara itu, impor golongan barang tersebut meningkat US$0,60 miliar (34,57 persen) dibanding impor golongan barang yang sama Januari 2011 (US$1,72 miliar).

Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar Januari 2012 ditempati oleh Cina dengan nilai US$2,53 miliar dengan pangsa 21,88 persen, diikuti Jepang US$1,74 miliar (15,06 persen), dan Singapura US$0,85 miliar (7,31 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai 20,94 persen, sementara dari Uni Eropa sebesar 9,42 persen.

Nilai impor semua golongan penggunaan barang Januari 2012 dibanding impor bulan yang sama tahun sebelumnya masing-masing meningkat, yaitu impor barang konsumsi sebesar 8,71 persen, bahan baku/penolong sebesar 11,19 persen, dan barang modal sebesar 41,26 persen.

http://www.bps.go.id/brs_file/eksim_01maret12.pdf

NILAI TUKAR PETANI (NTP) FEBRUARI 2012 SEBESAR 105,10 ATAU TURUN 0,60 PERSEN

Nilai Tukar Petani (NTP) nasional Februari 2012 sebesar 105,10 atau turun 0,60 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan turunnya seluruh NTP subsektor, NTP Subsektor Tanaman Pangan turun sebesar 1,02 persen, NTP Subsektor Hortikultura turun sebesar 0,23 persen, NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat turun sebesar 0,16 persen, NTP Subsektor Peternakan turun sebesar 0,09 persen dan NTP Subsektor Perikanan turun sebesar 0,39 persen.



Pada Februari 2012, NTP Provinsi Sumatera Selatan mengalami kenaikan tertinggi (1,13 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Jawa Timur terjadi penurunan terbesar (1,39 persen) dibanding penurunan NTP provinsi lainnya.

Pada Februari 2012, terjadi inflasi di daerah perdesaan di Indonesia sebesar 0,46 persen disebabkan oleh naiknya seluruh indeks Kelompok Pengeluaran.

DIBANDINGKAN BULAN LALU, HARGA SELURUH KELOMPOK KUALITAS GABAH TURUN. HARGA KUALITAS GKP DI PETANI TURUN 5,67 PERSEN MENJADI Rp4.156,31 PER KG

Berdasarkan 971 transaksi penjualan gabah di 20 provinsi selama Februari 2012, didominasi transaksi gabah kering panen (GKP) 65,81 persen, gabah kualitas rendah 25,95 persen, dan gabah kering giling (GKG) 8,24 persen.

Selama Februari 2012, rata-rata harga gabah kualitas GKP di petani Rp4.156,31 per kg (turun 5,67 persen) dan di penggilingan Rp4.232,68 per kg (turun 5,42 persen) dibandingkan kualitas yang sama Januari 2012.

Pada gabah kualitas GKG di petani Rp4.667,85 per kg (turun 2,28 persen) dan di penggilingan Rp4.755,16 per kg (turun 2,11 persen). Sedangkan gabah kualitas rendah di petani Rp3.549,24 per kg (turun 6,70 persen) dan di penggilingan Rp3.622,52 per kg (turun 6,65 persen).

Dibandingkan rata-rata harga Februari 2011, keseluruhan kelompok kualitas gabah meningkat. Di petani, harga gabah kualitas GKP naik 21,65 persen, kualitas GKG naik 17,64 persen, dan kualitas rendah naik 39,57 persen selama Februari 2012. Sedangkan di penggilingan, gabah kualitas GKP naik 21,61 persen,
kualitas GKG naik 18,00 persen, dan kualitas rendah naik 38,91 persen.

UPAH NOMINAL HARIAN BURUH TANI NASIONAL NAIK SEBESAR 0,32 PERSEN

Upah nominal harian buruh tani nasional pada Februari 2012 naik sebesar 0,32 persen dibanding upah buruh tani Januari 2012, yaitu dari Rp39.727,00 menjadi Rp39.854,00 per hari, sedangkan secara riil mengalami penurunan sebesar 0,14 persen1).

Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Februari 2012 naik 0,35 persen dibanding upah Januari 2012, yaitu dari Rp63.715,00 menjadi Rp63.939,00 per hari. Secara riil naik sebesar 0,30 persen1).

FEBRUARI 2012 HARGA GROSIR NAIK 0,35 PERSEN

Pada Februari 2012 Indeks Harga Grosir/Agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik sebesar 0,35 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 0,65 persen.

IHPB Bahan Baku, Barang Konsumsi, dan Barang Modal pada Februari 2012 masing-masing mengalami kenaikan sebesar 0,20 persen, 0,66 persen, dan 0,16 persen.

IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Februari 2012 naik sebesar 0,25 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga barang-barang dari karet 0,91 persen, hasil kilang minyak lainnya 0,65 persen, barang-barang lainnya dari bahan bukan logam 0,51 persen, semen 0,40
persen, dan bahan bangunan dari logam 0,35 persen.

Pada Februari 2012 Indeks Harga Grosir/Agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik sebesar 0,35 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 0,65 persen.

IHPB Bahan Baku, Barang Konsumsi, dan Barang Modal pada Februari 2012 masing-masing mengalami kenaikan sebesar 0,20 persen, 0,66 persen, dan 0,16 persen.

IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Februari 2012 naik sebesar 0,25 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga barang-barang dari karet 0,91 persen, hasil kilang minyak lainnya 0,65 persen, barang-barang lainnya dari bahan bukan logam 0,51 persen, semen 0,40 persen, dan bahan bangunan dari logam 0,35 persen.

http://www.bps.go.id/brs_file/ihpb_01maret12.pdf

Sedangkan untuk wilayah Banten  di http://banten.bps.go.id/brs212.htm

Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar