Sabtu, 12 Juni 2010

Mencacah di Apartemen Mewah


Hari-hari sibuk di lapangan sehingga lupa menulis di blog. Tanggal 3-31 Mei 2010, pegawai BPS Provinsi disibukan dengan pengawasan lapangan dan taskforce. Masing-masing pegawai mendapat giliran masing-masing. Hal ini untuk peningkatan mutu dan kualitas hasil pencacahan SP2010. Jangan sampai hasil yang diperoleh tidak dapat diolah. Pengawasan meliputi Kabupaten Pandeglang, Lebak, Tangerang, Serang, Kota Tangerang, Kota Cilegon, Kota Serang, dan Kota Tangsel.

Tidak hanya itu BPS RI melakukan pengawasan serupa sehingga mutu pencacahan terjamin dan terpercaya. Untuk mengukur kualitas pencacahan Sensus Penduduk 2010, STIS (Sekolah Tinggi Ilmu Statistik), melakukan penelitian dengan standar yang ditentukan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal, apabila dijumpai pencacah melakukan kegiatan yang tidak sesuai prosedur, sehingga data yang dihasilkan akan lebih baik.

Tidak hanya pengawasan, pegawai BPS Provinsi pun diminta melakukan taskforce pencacahan untuk daerah-daerah yang susah dijangkau oleh pencacah. Ada yang di perumahan elite, apartemen. Atau juga daerah-daerah yang padat penduduk, dimana petugas pencacah kewalahan apabila mencacah hanya satu tim, seperti pesantren. Begitu juga blok sensus khusus, dimana petugas taskforce yang mencacah, seperti barak militer, rumah sakit jiwa, dan lembaga pemasyarakatan (LP). Dengan demikian pencacahan atau sensus penduduk diharapkan tidak akan terlewat (lewat cacah).

Suka duka mungkin ada juga, seperti tim yang melakukan taskforce di Kota Tangerang. Mencacah di perumahan elite seperti taman ayu dan taman paris (lippo village) memang harus sabar. Selain sebagian besar penghuni warga asing, seperti nigeria, korea, jerman, dan cina, juga mereka disibukkan dengan pekerjaan mereka masing-masing, sehingga pencacahan pun dilakukan agak pagi, sebelum mereka berangkat kerja, dan sore hari dimana mereka pulang dari kerja. Komunikasi mungkin menjadi kendala bagi kami, namun itu lah yang harus kita lakukan agar semua penghuni dapat tercacah dan jangan sampai terlewati. Kami pun rela dampai pulang malam, apabila memang responden hanya bisa dijumpai sore hari.

Tim kami juga mencacah di pesanten, yang dihuni sekitar 800 orang santri di wilayah Kota Tangerang, dan beberapa pemondokan dan pesantren lainnya, yang berjumlah hampir lebih dari 200 orang. Tim kami memang solid, sehingga pekerja pencacahan dapat berjalan dengan lancar dan cepat. Juga mencacah blok sensus padat penduduk, dimana pencacah kewalahan dalam mendata penduduk. Tanpa kerjasama yang baik, mustahil pekerjaan seberat ini akan tercapai. Mudah-mudahan hasil yang diperoleh akan sebaik yang diharapkan.

Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar